Daerah
Beranda » Berita » Buka Latsar CPNS, Bupati Polman Tekankan ASN Harus Produktif dan Bawa Solusi

Buka Latsar CPNS, Bupati Polman Tekankan ASN Harus Produktif dan Bawa Solusi

Majalla Sulbar — Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XIV, XV, dan XVI Kabupaten Polewali Mandar di BBPK-APDN IV Makassar, Senin, 4 Mei 2026.

Sebanyak 120 peserta mengikuti pembukaan Latsar yang menjadi tahapan awal pembentukan karakter aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Polman.

Dalam arahannya, Samsul Mahmud menegaskan para CPNS kini memegang peran penting dalam jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.

Menurutnya, ASN tidak lagi hanya bekerja secara administratif, tetapi dituntut mampu menghadirkan hasil kerja yang nyata bagi masyarakat.

“Saudara sekarang menjadi bagian dari sistem pemerintahan. Perannya strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah,” kata Samsul Mahmud.

Kunjungi Kemenkes RI, Samsul Mahmud Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Spesialis dan RSUD Wonomulyo 

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan penguatan sumber daya manusia aparatur.

Pada 2024 lalu, ratusan CPNS dan ribuan PPPK telah diangkat sehingga jumlah ASN di Polman kini mencapai lebih dari 11 ribu orang.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah daerah juga menghadapi tantangan fiskal, khususnya terkait pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022.

Karena itu, Samsul menegaskan tidak ada lagi ruang bagi birokrasi yang bekerja sekadar menjalankan rutinitas.

“ASN harus produktif dan mampu memberikan dampak nyata. Tidak cukup hanya hadir dan bekerja formalitas,” tegasnya.

Lampaui Nasional, Sulbar Masuk 10 Besar Nasional Epdeskel 2026

Sebagai bagian dari langkah penataan birokrasi, Pemkab Polman juga menerapkan moratorium penerimaan ASN pindahan dari luar daerah. Di sisi lain, pemerintah membuka kemudahan bagi ASN yang ingin mutasi keluar daerah demi menjaga keseimbangan fiskal.

Dalam kesempatan itu, Samsul Mahmud turut menyinggung potensi besar Polewali Mandar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikelola secara maksimal melalui birokrasi yang profesional.

Ia berharap peserta Latsar mampu menjadi generasi baru ASN yang memiliki integritas, disiplin, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang efektif, transparan, dan akuntabel.

“Jadilah ASN yang bernilai, hadir membawa solusi, dan meninggalkan jejak perubahan,” pungkasnya.(*)

Pemkab Polman Gandeng Bank Sulselbar Kelola Dana BLUD Puskesmas