Majalla Sulbar — Pembukaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) sekaligus Open Tournament Tinju Sulawesi Barat di Kabupaten Mamasa berlangsung meriah pada Senin (14/9/2026).
Acara ini langsung diwarnai momen ikonik yang mencuri perhatian seluruh penonton.Suasana stadion mendadak riuh saat Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dan Ketua KONI Sulbar, Syamsul Samad, tiba-tiba naik ke atas ring.
Bukannya memberikan sambutan formal, kedua tokoh ini justru memakai sarung tinju dan saling beradu pukulan. Aksi spontan tersebut langsung memicu sorak-sorai penonton.
Meski saling serang di dalam ring, keduanya tetap menunjukkan keakraban dan sportivitas yang tinggi.
Turnamen yang dibuka langsung oleh Bupati Mamasa ini dihadiri oleh Ketua Pertina Sulbar AKBP Abd. Rahman, jajaran pengurus, serta unsur Forkopimda Kabupaten Mamasa.
Ketua Panitia sekaligus Ketua KONI Mamasa, Yusak Nola Lolang, mengungkapkan rasa bangganya karena Mamasa kembali dipercaya menjadi tuan rumah untuk keempat kalinya.
Bagi Yusak, konsistensi ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Mamasa dalam membina bakat-bakat tinju daerah.
“Kami yakin, dengan kesuksesan empat kali penyelenggaraan serta dukungan semua pihak, Mamasa ke depan siap menggelar Kejurnas Tinju,” ujar Yusak mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab Mamasa.
Dalam sambutannya, Bupati Welem Sambolangi menyambut hangat seluruh atlet yang datang dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Sulbar. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama kompetisi berlangsung.
“Di atas ring boleh menjadi lawan, tetapi di luar ring kita tetap kawan dan sahabat,” pesan Welem.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Sulbar, Syamsul Samad, menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Sulbar yang berhalangan hadir karena agenda mendesak. Syamsul mengapresiasi kesiapan panitia, Pemkab Mamasa, dan Pertina dalam mengemas ajang ini.
Ia juga menekankan bahwa kejuaraan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi, tetapi juga harus memberi dampak ekonomi positif bagi warga lokal.
“Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan rombongan harus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah—khususnya pelaku UMKM, sektor pariwisata, dan perhotelan di Mamasa,” pungkas Syamsul Samad. (*)
