Majalla Sulbar – Proyek pembangunan drainase yang berlokasi di Dusun Tabassala, Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, mendapat sorotan dari Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tenggelang, Basri Renjer.
Sorotan tersebut muncul lantaran proyek drainase dinilai terlalu lama dikerjakan dan belum juga rampung hingga akhir Desember. Padahal, proyek tersebut telah mulai dikerjakan sejak Agustus lalu.
“Kami sangat menyayangkan anggaran yang begitu besar, tetapi progres
pekerjaan terkesan lambat, seolah-olah tidak didukung anggaran yang cukup banyak yakni Rp. 134.676.000 Volume 256.meter, anggaran ini cukup memadai,” ungkap Basri Renjer.
Ia menegaskan, jika proyek tersebut tidak juga diselesaikan hingga akhir tahun anggaran, pihaknya berencana melaporkannya ke Inspektorat. Basri juga meminta agar Inspektorat memeriksa Kepala Desa beserta aparat yang terlibat dalam proyek drainase tersebut.
Tak hanya soal keterlambatan pekerjaan, Basri juga menyoroti persoalan upah pekerja yang hingga kini belum sepenuhnya dibayarkan. Padahal, anggaran proyek disebut telah dicairkan, namun realisasi pembayaran upah dinilai lambat.
“Olehnya itu, kami berharap Kepala Desa dan aparatnya segera mengambil langkah konkret agar proyek ini bisa diselesaikan sesuai ketentuan dan hak para pekerja dapat segera dibayarkan,” tutup Basri Renjer.(*)
