Daerah
Beranda » Berita » RSUD Andi Depu Disorot PMII Cabang Polman, Singgung Pelayanan dan Malpraktik

RSUD Andi Depu Disorot PMII Cabang Polman, Singgung Pelayanan dan Malpraktik

Majalla Sulbar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menyoroti buruknya pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Depu Polewali. Pelayanan tersebut dinilai tidak profesional dan mengindikasikan adanya kelalaian serius.

Ketua PMII Cabang Polman, Dirman, mengungkapkan bahwa pelayanan di ruang perawatan tidak sesuai dengan standar rumah sakit. Ia menilai sikap dan kinerja tenaga kesehatan kurang profesional, khususnya dalam pelayanan obat kepada pasien.

Menurutnya, ditemukan kejanggalan ketika perawat menyarankan pasien untuk membeli obat di luar rumah sakit dengan alasan stok obat kosong. Ironisnya, pasien diarahkan ke tempat praktik dokter tertentu dengan harga obat yang jauh lebih mahal dibandingkan apotek lain.

“Kondisi kekosongan obat ini tidak masuk akal karena berlangsung selama berhari-hari, bahkan hampir sepekan,” ujar Dirman.

PMII Polman menilai kondisi tersebut sebagai bentuk kelalaian pelayanan kesehatan yang tidak bisa ditoleransi. Praktik tersebut dinilai mencederai hak pasien serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Andi Depu sebagai rumah sakit rujukan daerah.

Bupati Polman Serahkan SK Pengangkatan 1.423 PPPK Paruh Waktu

Atas temuan ini, PMII Cabang Polman mendesak manajemen RSUD Andi Depu serta instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi dan menindaklanjuti pengaduan tersebut secara serius.

“Jika tidak ada perbaikan nyata, kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Dirman.

Selain itu, PMII Polman juga mengkritik adanya dugaan praktik dokter berbayar atau malpraktik di lingkungan RSUD Andi Depu yang dinilai tidak etis dan berpotensi melanggar prinsip pelayanan kesehatan publik.

RSUD Andi Depu yang seharusnya berorientasi pada pelayanan kesehatan yang adil dan terjangkau bagi masyarakat, dinilai justru membuka ruang praktik bernuansa komersial.

PMII Cabang Polman berharap dilakukan evaluasi menyeluruh guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.(*)

Sulbar Damai: Gubernur Suhardi Duka Ajak Perkuat Toleransi dan Solidaritas