
Tampak gedung Sekolah Rakyat SD, SMP dan SMA (ist)
Majalla Sulbar – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) kini masih diburu waktu.
Pasalnya, proyek Sekolah Rakyat tersebut rencananya akan beroperasi saat memasuki tahun jaran baru.
Kendati begitu, progres proyek yang dibiayai negara itu baru mencapai 72,5 persen, sementara waktu penyelesaian tinggal menghitung hari.
Di balik target yang ditentukan, sejumlah persoalan di lapangan masih menjadi sorotan.
Mulai dari kondisi bangunan yang berdiri, hingga masih ditemukannya pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat proses pembangunan berlangsung.
Deputy Project Manager Sekolah Rakyat Polman, Achmad Darozi, mengatakan pembangunan SR tetap mengikuti kajian teknis, utamanya mengenai bangunan yang berjarak dengan bukit.
“Jaraknya 8 meter. Itu sudah diperhitungkan, sudah ada kajiannya,” ujar Ahmad saat ditemui di lokasi proyek, Jumat, 26 Juni 2026.
Sorotan juga mengarah pada aspek keselamatan kerja. Dalam pantauan di lokasi, masih terlihat sejumlah pekerja tidak mengenakan APD saat beraktivitas di area konstruksi.
Menanggapi hal itu, Ahmad mengakui pengawasan di lapangan belum berjalan maksimal. Ia berjanji akan memperketat pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD.
“Seharusnya kalau ada pekerja yang tidak menggunakan APD langsung kami tegur sesuai prosedur. Pengawasannya akan kami perketat lagi,” bebernya.
Pembangunan Sekolah Rakyat Polman sendiri terdiri atas 13 bangunan, meliputi gedung sekolah, ruang pembelajaran, masjid, tiga asrama, rumah susun guru, dapur, hingga kantin.
Untuk bangunan ruang kelas, progresnya disebut telah mencapai sekitar 75 persen, dengan total 12 ruang kelas yang akan digunakan secara terpadu oleh siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Namun, target penyelesaian proyek tetap menjadi tantangan. Sebab 13 bangunan itu rencananya akan mulai beroperasi bertepatan dengan tahun ajaran baru pada Juli 2026 nanti.(*)
