Majalla Sulbar – Bupati Polman, Samsul Mahmud, ikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).
Program penguatan kapasitas kepala daerah tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily.
Pada Angkatan III ini, KPPD diikuti 25 kepala daerah yang terdiri atas 23 bupati dan dua wali kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Kabupaten Polman, Andi Himawan, mengatakan Bupati Samsul Mahmud telah memulai rangkaian kegiatan dengan melakukan registrasi peserta di Gedung Panca Gatra Lemhannas RI, Jakarta.
“KPPD tahun 2026 diikuti 75 kepala daerah yang dibagi dalam tiga angkatan, yakni Angkatan III, IV, dan V, masing-masing berjumlah 25 peserta. Bupati Polman tergabung pada Angkatan III yang berlangsung mulai 14 hingga 29 Juli 2026,” kata Himawan, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, selama mengikuti program tersebut para peserta akan menjalani tiga tahapan utama.
Tahap pertama berlangsung pada 14–19 Juli 2026 di Lemhannas RI dengan materi penguatan wawasan kebangsaan, kepemimpinan strategis, geopolitik, serta pembangunan integritas.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan pemerintah dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dan materi pencegahan korupsi yang disampaikan KPK.
Selanjutnya, pada 20–26 Juli 2026, peserta dijadwalkan mengikuti studi lapangan di Singapura.
Di negara tersebut, para kepala daerah akan belajar di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, mengenai praktik terbaik pelayanan publik, reformasi birokrasi, tata kelola perkotaan, pengelolaan lingkungan dan kesehatan, hingga penerapan teknologi digital dalam pemerintahan.
Sementara pada tahap akhir, 27–29 Juli 2026, seluruh peserta akan kembali ke Indonesia untuk menyusun sekaligus mempresentasikan rencana aksi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri sebagai implementasi hasil pembelajaran selama mengikuti KPPD.
Menurut Himawan, keikutsertaan Bupati Samsul Mahmud dalam program tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
“Melalui program ini, Pak Bupati diharapkan memperoleh pengalaman dan wawasan baru, terutama dalam penerapan smart governance pemanfaatan teknologi digital, serta inovasi pelayanan publik. Pengalaman internasional di Singapura juga diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan pelayanan pemerintahan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel di Polman,” tutup Himawan.(*)
