Majalla Sulbar — Kemarau panjang tak menyurutkan semangat Irham, seorang petani durian di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, untuk terus merawat tanaman durian miliknya.
Di tengah kondisi tanah yang mulai mengering dan ketersediaan air yang terbatas, Irham justru sedang menghadapi fase penting.
Sejumlah pohon durian miliknya mulai berbuah dan membutuhkan perhatian ekstra agar buah dapat tumbuh hingga matang.
Irham yang juga merupakan anggota Kepolisian Polres Polman, sehari-harinya, bekerja sebagai petani.
Setiap sore saat pulang kantor, Ia langsung bergegas ke kebun miliknya untuk memantau tanamannya.
Bagi Irham, merawat durian bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Ada proses panjang dan kesabaran yang harus dijalani sejak pohon ditanam hingga akhirnya menghasilkan buah.
Kemarau panjang menjadi tantangan tersendiri. Ia harus memastikan pohon tetap mendapatkan air yang cukup agar tidak mengalami kekeringan dan buah yang mulai tumbuh tidak gagal berkembang.
Setiap hari, Irham menyempatkan waktu untuk memantau kondisi pohon. Tanaman diperiksa satu per satu, mulai dari kondisi daun, batang hingga buah yang menggantung di antara ranting.
“Kalau musim kemarau begini memang harus lebih diperhatikan. Air harus tetap ada, karena pohon sedang berbuah,” ujar Irham.
Menurutnya, masa berbuah merupakan salah satu fase yang paling menentukan. Kesalahan dalam perawatan bisa membuat buah tidak berkembang maksimal, bahkan berpotensi gugur sebelum matang.
Karena itu, Irham berusaha menjaga kelembapan tanah di sekitar pohon serta memenuhi kebutuhan air tanaman dengan cara yang disesuaikan dengan kondisi kebun.
Perjuangan tersebut menjadi gambaran bagaimana petani menghadapi perubahan kondisi alam. Saat sebagian orang memilih berteduh dari teriknya matahari, Irham justru tetap berada di kebun memastikan tanaman yang telah dirawat selama bertahun-tahun bisa memberikan hasil.
Ia menyadari, menjadi petani durian membutuhkan waktu panjang. Tidak ada hasil yang datang secara instan. Dari menanam, merawat, menunggu pohon tumbuh hingga menghasilkan buah, semuanya membutuhkan ketekunan.
Kini, harapan Irham tertuju pada buah-buah durian yang mulai membesar. Ia berharap kondisi cuaca tetap bersahabat dan pohon yang dirawatnya mampu bertahan hingga masa panen.
Bagi Irham, setiap buah yang berhasil dipanen bukan hanya hasil dari sebatang pohon. Di baliknya ada kerja keras, waktu, tenaga dan kesabaran seorang petani menghadapi kondisi alam.(*)
