Majalla Sulbar — Euforia Sandeq Silumba 2026 belum sepenuhnya berakhir. Ribuan warga memadati sepanjang jalan dari Bala hingga Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), saat menyambut kepulangan Passandeq Pelita Alam Mina Karya, Minggu (27/9/2026) malam.
Pelita Alam Mina Karya merupakan perahu yang berhasil keluar sebagai juara umum Sandeq Silumba 2026. Kepulangan mereka ke kampung halaman pun berubah menjadi pesta kemenangan yang diikuti warga dari berbagai kalangan.
Anak-anak, remaja hingga orang dewasa memenuhi bahu jalan. Iringan tabuhan rebana turut mengiringi arak-arakan sebagai bentuk sukacita atas keberhasilan tim tersebut membawa pulang gelar juara umum.
Keberhasilan Pelita Alam Mina Karya terbilang mengejutkan. Sebagai pendatang baru yang sebelumnya tidak banyak dijagokan, tim tersebut justru mampu tampil konsisten sepanjang perlombaan hingga mengumpulkan poin tertinggi.
Pada etape pertama dengan rute Pamboang, Kabupaten Majene, Pelita Alam Mina Karya berhasil finis di posisi kedua. Sementara pada etape terakhir, mereka kembali mampu finis di posisi keempat.
Konsistensi tersebut membuat perahu asal Galung Tulu itu mengumpulkan poin tertinggi setelah seluruh etape perlombaan berakhir.
Hasil tersebut sekaligus membuktikan optimisme Pua Lukman bersama rekan-rekannya sejak awal perlombaan.
“Sangat gembira,” kata Pua Lukman, salah seorang awak kapal, saat diwawancarai.
Sebagai nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup di laut, Pua Lukman mengaku kondisi angin kencang dan gelombang tinggi bukan sesuatu yang asing bagi dirinya.
Menurutnya, pengalaman melaut membuat timnya lebih siap menghadapi kondisi laut selama perlombaan.
“Ada tantangan, tapi bisa diatasi. Masalah ombak dan angin kencang, karena kami ini nelayan sudah bersahabat dengan laut, jadi itu hal biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, Pua Lukman mengakui terdapat sejumlah titik yang cukup berat selama perlombaan tahun ini. Salah satunya berada di kawasan perairan Pamboang dan Rangas.
“Daerah Pamboang dan Rangas, di situ kencang sekali anginnya. Banyak perahu yang patah di sana, karena di situ puncaknya angin,” tuturnya.
Kemampuan menjaga perahu tetap utuh hingga menyelesaikan seluruh etape menjadi bagian penting dari keberhasilan Pelita Alam Mina Karya meraih gelar juara umum.
Atas capaian tersebut, tim Pelita Alam Mina Karya berhak membawa pulang piala bergilir Sandeq Silumba 2026 serta hadiah uang tunai sebesar Rp21 juta.
Setelah menuntaskan seluruh rangkaian perlombaan dan merayakan kemenangan bersama warga, Pua Lukman menyatakan timnya masih ingin kembali ambil bagian dalam Sandeq Silumba tahun berikutnya.
“Insya Allah kalau masih diberikan kesehatan, mudah-mudahan kita bisa kembali bertarung di ajang Sandeq Silumba 2027 untuk mempertahankan piala ini,” pungkasnya.(*)
