Majalla Sulbar — Bupati Polman Samsul Mahmud mengusul percepatan pembangunan jalan di kawasan tertinggal, khususnya Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), dalam forum nasional Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Langkah ini dilakukan melalui pemaparan Rencana Aksi Kepala Daerah pada Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jakarta.
Di hadapan kepala daerah lain dan pejabat Kemendagri, Samsul mempresentasikan inovasi Gerakan Percepatan Konektivitas Jalan Kawasan Tertinggal Polewali Mandar (Gerak Polman).
Program ini berfokus membuka keterisolasian wilayah pegunungan Tutar yang selama ini menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
“Melalui Gerak Polman kami ingin memastikan masyarakat pegunungan memperoleh kesempatan sama menikmati pelayanan publik dan akses ekonomi. Pembangunan jalan bukan hanya membuka akses wilayah, tetapi membuka masa depan masyarakat,” ujar Samsul dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, program Gerak Polman selaras dengan RPJMD Polman 2025–2029. Skema ini mengintegrasikan data berbasis Geographic Information System (GIS) untuk menentukan prioritas pembangunan fisik serta penguatan tata kelola yang transparan.
Melalui forum KPPD ini, Pemkab Polman membidik dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi.
Alokasi yang diincar meliputi APBN, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga Bantuan Keuangan Provinsi untuk menutupi keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Pemkab Polman optimistis implementasi Gerak Polman mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses kesehatan dan pendidikan, serta mewujudkan pembangunan yang merata di wilayah Polman.(*)
