Opini
Beranda » Berita » Rekam Jejak dan Kinerja Bupati Samsul Mahmud di Tengah Efisiensi Anggaran Menuju Polman Lebih Baik

Rekam Jejak dan Kinerja Bupati Samsul Mahmud di Tengah Efisiensi Anggaran Menuju Polman Lebih Baik

Majalla Sulbar — Satu tahun kepemimpinan Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud bersama Wakil Bupati Andi Nursami Masdar, diwarnai berbagai langkah percepatan pembangunan dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sejak dilantik memimpin Kabupaten Polewali Mandar, Bupati Samsul Mahmud yang akrab disapa Aji Assul menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan mendorong pembangunan strategis daerah di berbagai sektor.

Refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan ini bahkan dikemas dalam kegiatan bertema “Satu Tahun Mengabdi, Membangun dengan Hati” yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD hingga sejumlah pemangku kepentingan daerah.

Dalam forum itu, Samsul Mahmud menyampaikan bahwa selama satu tahun kepemimpinan, telah terjadi sejumlah perubahan dan lompatan yang dinilai cukup signifikan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai kendala yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan tren positif dengan kenaikan satu digit. Selain itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan yang dinilai sebagai capaian menggembirakan.

Bupati Polewali Mandar Tinjau Korban Kebakaran di Desa Buku

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa arah kebijakan dan program pembangunan yang dijalankan telah berada di jalur yang tepat. Namun demikian, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan tetap diperlukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat

Percepatan Pembangunan dan Sokongan Anggaran Pusat 

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, Samsul Mahmud berhasil membuka akses dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi untuk mendorong pembangunan daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dengan kementerian dan pemerintah provinsi, sehingga sejumlah program pembangunan bisa masuk dalam skema pendanaan APBN maupun APBD Provinsi Sulawesi Barat.

Beberapa fokus pembangunan yang didorong di antaranya, Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, Pengembangan kawasan transmigrasi Tubbi Taramanu serta Penguatan fasilitas publik dan pembangunan kawasan permukiman.

Antisipasi Kelangkaan BBM di SPBU, Bupati Samsul Mahmud Temui BPH Migas Minta Tambahan Kuota BBM

Di tengah kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang kurang optimal, upaya pemerintah berhasil mendatangkan suntikan dana dari APBD Provinsi dan APBN.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman berhasil mengamankan alokasi anggaran dari APBD Provinsi Sulbar untuk sektor infrastruktur antara lain, Peningkatan Jalan Ruas Mapilli – Piriang senilai Rp10 miliar, Penggantian Jembatan Ruas Lampa – Matangnga di Desa Rangoan senilai Rp3 miliar, dan Pemeliharaan Jalan di kawasan transmigrasi (Desa Bulo, Ratte, dan Besoangin) senilai Rp2 miliar.

Lalu suntikan dana juga datang dari APBN melalui Kementerian PU yang membuat Polman mendapat Alokasi Anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) TA 2025 sebesar Rp49 miliar yang terbagi dalam dua tahap, yakni Tahap 1, senilai Rp19 miliar untuk Peningkatan Jalan Ruas Padangmawalle – Patulang, dan Tahap 2 senilai Rp30 miliar untuk Peningkatan Jalan Ruas Palatta – Tapua – Sabura.

Akselerasi di Bidang Pendidikan dan Pembangunan Sekolah Rakyat 

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat untuk masyarakat kurang mampu.

Setelah Partai Ummat, Giliran Bupati Samsul Mahmud Beri Sinyal Kuat Dukung Syamsul Samad Jabat Wagub Sulbar

Untuk mendukung program tersebut, Bupati bahkan menghibahkan lahan pribadinya sekitar 10 hektare di Desa Sambaliwali, Kecamatan Luyo, sebagai lokasi pembangunan SR.

Hal ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah pusat dan serta berupaya memutus angka putus sekolah bagi masyarakat Polman yang kurang mampu mengakses pendidikan formal seperti pada umumnya.

Untuk sementara, proses pembelajaran Tahun Ajaran 2025 telah dimulai dengan meminjam gedung SMK Rea, yang diikuti oleh 50 siswa SMA dan 50 siswa SMP. Para siswa itu sudah mulai masuk asrama sejak 14 Juli 2025, dengan dukungan 15 guru, 35 tenaga pendidik, dan 1 kepala sekolah.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan penataan manajemen pendidikan dengan menerbitkan SK penugasan 66 kepala sekolah untuk memperkuat kepemimpinan pendidikan di berbagai sekolah di Polewali Mandar.

Saat ini, terdapat 66 Kepala Sekolah yang menerima penugasan, dengan rincian sebagai berikut:

– 52 orang ditugaskan sebagai Kepala SD Negeri,

– 2 orang ditugaskan sebagai Kepala TK Pembina,

– 12 orang ditugaskan sebagai Kepala SMP Negeri dan SMP Negeri Satu Atap yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar.

Akselerasi di sektor pendidikan diharapkan mampu mendobrak peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter peserta didik hingga tata kelola sekolah yang lebih baik.

Penguatan Ketahanan Pangan Menuju Swasembada Pangan

Terlepas dari aspek infrastruktur dan pendidikan, di sektor pertanian juga tak kalah penting untuk melihat beberapa kemajuan daerah sebagai penghasil padi. Pemkab Polman di bawah kepemimpinan Samsul Mahmud juga mencatat peningkatan produksi padi.

Dengan luas lahan sawah sekitar 17 ribu hektare, produktivitas padi yang sebelumnya berkisar 5-6 ton per hektare kini meningkat menjadi 7-8 ton per hektare.

Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran para petani dan penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi pertanian.

Selain itu, dukungan sarana dan prasarana pertanian juga dinilai sangat memadai. Pada tahun 2025, Polman menjadi daerah dengan penerimaan alat dan mesin pertanian terbanyak, yakni sebanyak 400 unit. Hal ini menjadi penopang utama untuk meningkatkan produksi hasil tani di Kabupaten Polman.

Program Sosial dan Respons Bencana

Selain pembangunan sektor strategis, kepemimpinan Samsul Mahmud juga menaruh perhatian pada program sosial.

Di masa pemerintahannya, Bupati Samsul Mahmud menyalurkan berbagai bantuan, seperti bantuan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas serta bantuan bagi korban bencana alam di sejumlah kecamatan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kepedulian dan hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.

Terlepas dari itu, sektor kesehatan juga menjadi beban sekaligus komitmen besar bagi pemerintah daerah. Samsul Mahmud menegaskan bahwa sampah detik ini, Polman tercatat sebagai satu-satunya kabupaten di Sulawesi Barat yang konsisten membiayai kesehatan masyarakat secara mandiri.

“Cuma Polman di Sulbar yang membiayai kesehatan masyarakat dengan program Universal Health Coverage (UHC), yang tentunya membutuhkan biaya cukup besar, yakni kurang lebih 50 miliar rupiah,” tegas Samsul Mahmud.

Fokus Penataan Daerah Menuju Polman yang Lebih Baik

Pada awal masa kepemimpinannya, Samsul Mahmud juga menempatkan sejumlah persoalan daerah sebagai prioritas, termasuk penanganan sampah, efisiensi anggaran serta perbaikan tata kelola pemerintahan daerah.

Ia menilai langkah-langkah tersebut penting untuk memperbaiki fondasi pembangunan jangka panjang daerah menuju Polman yang lebih baik.

Meski sejumlah capaian telah diraih, Bupati Samsul Mahmud mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah ke depan.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, serta masyarakat dapat terus diperkuat agar pembangunan Polewali Mandar berjalan lebih cepat dan merata.(*)